Langsung ke konten utama

Aku dan Bahasa Inggris


Memalukan memang kalau di jaman sekarang ini ada orang yang tidak bisa berbahasa Inggris seperti diriku, sarjana pula.

Waktu SMP dan SMA nilai pelajaran bahasa Inggrisku tidak pernah mencapai angka 8. Nilai 7 aja jarang. seringnya dapat nilai 6. Bila ada PR, pasti minta bantuan alias nyontek sama teman. Kala ujian, lembar jawaban seringnya kosong tanpa coretan atau soalnya ditulis ulang.

Beruntungnya karena punya guru yang berbaik hati tidak memberikan nilai merah. Tapi, seandainya guruku memberi nilai merah, mungkin aku akan merasa terpaksa harus belajar bahasa Inggris.


Entah mengapa aku tidak begitu tertarik untuk belajar bahasa Inggris? Padahal aku suka banget dengar lagu berbahasa Inggris, contohnya lagu yang berjudul Home dari Michael Buble di atas. Aku suka banget sama lagu itu padahal nggak tahu artinya apa. Mendengar lagu itu rasanya damai dan tenang, gundah gulana jadi hilang.

Selain suka lagu berbahasa Inggris, aku juga suka nonton film berbahasa Inggris (ada terjemahannya tapi) dan bercita-cita mengunjungi Paris. Bahkan, dulu ada teman seorang guru bahasa Inggris yang bersedia mengajarku GRATIS.

Waktu masih kerja dulu, aku terkadang malu ketika berhadapan sama anak TK yang jago bahasa Inggris. Anak TK aja bisa, kok aku tidak bisa? Tapi hal itu tak pernah membuatku mau belajar bahasa Inggris karena keenakan menggunakan Google translate.

Ada apa ya dengan diriku? Sungguh ini adalah sikap yang tidak patut dijadikan contoh.

Hhmmmmm. Apakah sudah terlambat untuk belajar bahasa Inggris? Tidak ada kata terlambat untuk belajar, asalkan aku mau, apapun pasti bisa atas izin-Nya.

Komentar

  1. jangan sedih mbak....Mbak tidak sendirian sebab saya jg tdk bisa berbahasa Inggris :)

    Tdk ada waktu terlambat klu ingin belajar mbak.... :) perlu saya carikan tempat kursus Mbak ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak sedih, Kang.
      Cuma merasa aneh saja, soalnya nggak tertarik buat belajar bahasa Inggris. Malunya pas ketemu artikel yang ada bahasa Inggrisnya dan saya harus saya terjemahkan dulu.

      Salah satu kekurangan Google translate ya itu. Saya jadi malas belajar karena mengandalkannya.

      Hapus
  2. Jangan pernah bilang terlambat untuk belajar Mbak...Selama ada kemauan pasti ada jalan..

    Saya mulai ngeblog di usia 44 tahun dan tidak malu untuk itu.. hahahaha.. Jadi kenapa harus malu untuk belajar Bahasa Inggris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, saya jadi malu.
      Kenapa pula Kang Nata dan Pak Anton bisa baca tulisan ini?
      Padahal tidak saya share ke G+.

      Ngeblog beda, pak. Saya aja bikin blog sendiri tanpa bantuan orang lain atau baca panduan. Kalo bahasa Inggris, duh, tulisan dan pengucapan aja beda, belum lagi harus cari tahu artinya. Tuh kan, saya malah cari alesan agar tidak belajar bahasa Inggris.

      Terimakasih banyak, Pak. Semoga saya bisa semangat untuk belajar.

      Hapus
    2. Masa harus saya ceritakan kalau saya belajar bahasa Inggris secara otodidak. Tidak pernah kursus dan cuma belajar sendiri.

      Semangat Ima.. selama ada kemauan pasti ada jalan

      Hapus
    3. Pak Anton hebat. Harusnya saya juga seperti itu. Terimakasih banyak ya, pak.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan di Sitti Taslimah.

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?