Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Orangtuaku

Untukmu Mama

Mama... Terimakasih atas kasih sayang dan pengorbanan yang telah Mama berikan selama ini. Aku tahu aku tak mungkin bisa membalasnya. Tapi, aku yakin Dia yang akan membalasnya. Semoga Allah memberikan umur yang panjang dalam kesehatan, kesejahteraan, kebahagiaan, keselamatan dan kesuksesan dunia akhirat kepada Mama. Aamiin ya Rabb. Selamat mengulang hari lahir ya, Ma. Aku sayang Mama. 😘 ❤ 1 Juli 2018 ❤

Baruas

Seumur hidup (hahaha, jadi ingat lagu Malaysia deh), saya baru bertemu dengan dua wanita hebat yang Baruas Mandar buatannya menurut saya yang paling enak.

Juli di Rumah Sementara

Assalamualaikum... Lama tak mengunjungi dirimu. Februari, Maret, April, Mei, Juni, dan Juli. Berbulan-bulan telah berlalu. Banyak cerita yang ingin kutuliskan, tapi aku tak tahu harus memulainya dari mana.

Selamat Hari Ibu, Mama

Selamat Hari Ibu kuucapkan untukmu Mama yang belum bisa kupanggil Mama.

Kama'u Tercinta

Beberapa jam lalu, mungkin sekitar pukul 23 lewat, Ayahanda atau Kama' kami tercinta memenuhi panggilan terakhir dari Tuhan. Serasa bagai mimpi dan masih berharap ada keajaiban.

Kebersamaan, Jumat, 13 Mei 2016

Ini adalah foto yang aku abadikan, Jumat, 13 Mei lalu. Kami berempat, aku, Mama, Oi' dan Zahra lagi duduk-duduk di teras sambil bercanda.

Jendela Pagi

Judulnya kayak puitis gitu ya? Padahal gak ada puitis-puitisnya sama sekali, hahaha.

10 Tahun Kepergian Kindo' (Ibu)

Kindo'... Aku tak tahu harus menuliskan apa selain mengirimkan doa semoga Allah mengampuni segala dosa -dosa Kindo' dan memberikan tempat terindahNya buat Kindo' di sana. Aamiin ya Rabb.

9 Tahun Kepergian Kindo'

Aku tak tahu harus menulis apa. Aku tak tahu harus mulai dari mana. 9 tahun berlalu dan aku??? Kindo'... Aku mungkin telah membuat Kindo' kecewa tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan membuat Kindo' bangga memiliki anak perempuan sepertiku. Tuhan... Mampukan aku menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan sesamaku. Aamiin Tuhan... Berikan tempat terindah untuk Kindo'u tersayang di sisi-Mu dan mohon ampuni segala dosa-dosanya. Aamiin

Album Kenangan

Lagi kangen Kindo', Kama', Abid, Adil, dan Khalil. Untuk mengobati kerinduanku, aku kembali membuka foto-foto kami tempo dulu. Dan ternyata kami sudah lama tidak foto bersama. Seingatku, sudah sekitar 9 tahun atau lebih. Ya, sejak Ibu pergi untuk selamanya, tidak pernah lagi ada foto keluarga. Bahkan saat salah satu di antara kami berkeluarga. Kapan ya bisa foto bersama lagi? Semoga secepatnya. Aamiin. Setelah kulihat kembali foto-foto itu, aku baru sadar kalau keluarga kami tidak punya foto keluarga yang benar-benar keluarga inti. Dan dari sekian banyak foto, foto keluarga yang keluarga intinya lengkap hanya ada dua foto berikut ini:

8 Tahun Kepergian Ibu

Jumat, 16 Maret 2012 kemarin adalah 8 tahun kepergian Ibu. Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Sepertinya baru kemarin Ibu membangunkan aku dengan cubitan di paha karena sudah beberapa kali dibangunkan tapi tidak bangun-bangun juga (aku kangen cubitan sayang Ibu). Sepertinya baru kemarin Ibu menasehati aku untuk ke dapur dengan tidak mengurai rambut karena rambut panjangku bisa masuk ke dalam makanan (sekarang rambutku pendek, bu). Sepertinya baru kemarin Ibu marah-marah karena bubur yang kubuatkan buat Ibu terlalu asin (waktu itu lagi memikirkan sesuatu sehingga tidak konsentrasi saat membuat bubur, maafkan aku, bu). Dan sepertinya baru kemarin Ibu memasak dan menyiapkan barang-barang yang akan kubawa kembali ke Makassar saat aku masih kuliah (aku kangen masakan Ibu).

Tante... (Aku ingin memanggilmu Mama)

Kurang lebih 6 tahun sudah Tante bersama kami, menemani Ayah, menjaganya dan mengurus kami semua tanpa lelah. Tante adalah istri kedua ayah. Dan seharusnya kami memanggil Tante dengan sebutan Ibu, Mama, atau Bunda. Tapi sudah 6 tahun berlalu dan tidak ada seorang pun dari kami yang memanggil Tante dengan sebutan itu. Mungkin Tante sangat merindukan panggilan itu dari kami, walaupun kami bukan anak kandung Tante. Tapi kata-kata itu sepertinya tidak akan pernah terucap dan mungkin Tante sudah putus asa untuk mendengarnya. Maafkan aku, maafkan kami!

Ayah (Kama')

Ayah... Ayah adalah sosok yang begitu berwibawa di mataku. Walau Ayah tidak bisa menunjukkan kasih sayang lewat sentuhan fisik, aku tahu kalau Ayah begitu menyayangi kami, terutama aku. Sehingga anak-anak Ayah yang lain cemburu karena mengetahui aku adalah anak kesayangan Ayah.

Ibu (Kindo')

Ibu... Aku tak tahu harus menuliskan apa tentang Ibu. Bagiku, Ibu adalah sosok yang sangat luar biasa. Ibu sejak kecil mengajar aku untuk mandiri, tidak manja walau aku anak perempuan satu-satunya. Ibu mengajar aku untuk menggunakan semua panca inderaku sesuai fungsinya, mengajar aku untuk selalu berbuat adil tanpa pandang bulu, mengajarkan untuk selalu berbagi walau dalam keadaan susah, mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, ketegaran, kekuatan, kesederhanaan, dan banyak lagi lainnya yang tidak bisa kusebutkan satu per satu.