Langsung ke konten utama

Serpihan Hati


Saya suka mendengarkan musik, suka menyanyi dan suka bermain musik (bisanya keyboard dan pianika saja).

Sejak kembali mendengarkan Radio via streaming bulan lalu, saya jadi kembali mengikuti perkembangan musik terbaru dan terpopuler di Indonesia.

Jadi ingat zaman masih kuliah belasan tahun lalu. Dulu saya bisa dibilang tiada hari tanpa mendengarkan radio.

Waktu itu seringnya dengar musik dari beberapa radio. Radio A, B, C, D, dan E. Paling sering sih dengar radio A dan B karena saya sukanya lagu-lagu Indonesia (padahal tidak bisa bahasa Inggris, heheheh).

Tapi sekarang karena saya jauh dari Makassar, saya dengar radio via streaming dan radio yang A belum ada aplikasi streamingnya di play store. Jadi hanya bisa streaming radio B aja.

Salah satu kelebihan mendengarkan radio adalah penilaian kita terhadap sebuah lagu benar-benar mengandalkan telinga atau pendengaran. Apalagi bila kita belum tahu siapa yang menyanyikan sebuah lagu yang kita dengar itu.

Kalau lagunya enak pasti langsung suka. Salah satunya lagu dari Adera yang berjudul "Serpihan Hati" ini.

Pertama kali dengar lagu ini, musiknya terdengar lembut dan tenang. Setelah tahu lirik lagunya, jadi makin suka karena maknanya terasa dalam.

Saya sudah tahu sejak lama ada penyanyi bernama Adera. Lagu pertama dari Adera yang saya tahu adalah "Melewatkanmu". Tapi, saya tidak pernah melihat video clip lagu tersebut dan tidak pernah mencari tahu seperti apa sosok seorang Adera itu.

Nah, ketika mendengar lagu berjudul "Serpihan Hati" bulan lalu di radio, saya langsung suka sama lagunya. Lalu, beberapa hari kemudian saya mencari video lagu tersebut di YouTube. Ternyata, video clipnya menyuguhkan cerita sedih dan sangat menyentuh hati. Saya sampai merinding menonton videonya.

Saya pikir, saya merinding karena terlalu menghayati jalan cerita di video tersebut. Ternyata saya salah. Setiap kali saya mendengar lagu tersebut mengalun, saya tetap saja merinding (ingat mati soalnya).

Oh iya. Tadi saya cari di Google tentang Adera. Ternyata Adera yang bernama lengkap Aderaprabu Lantip Trengginas ini adalah anak dari penyanyi lawas Ebiet G. Ade. Pantas si Adera jago nyanyi, ternyata memang keturunan penyanyi.

Ya..., tidak jauh berbedalah dengan saya. Saya juga kan seorang penyanyi. Penyanyi yang tidak terkenal, hihihih.

Komentar

  1. saya juga penyanyi saudara , penyanyi dalam hati dan penyanyi WC he he, wah suka streaming banyak kuota dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada yang komen di sini suka kaget. Soalnya tulisan ini tidak saya share di Google plus. Itu artinya sengaja dikunjungi. Makasih banyak kunjungannya, luluare'.

      Streamingnya less data, kuota yang terpakai cuma sedikit daripada buka Facebook.

      Inggai ma'elong, heheheh.

      Hapus
    2. iya diang palakang gratis youtube

      Hapus
    3. YouTube gratis? Caranya bagaimana?

      Yang saya maksud less data itu streaming radio.

      Hapus
  2. kalau saya tak suka bernyanyi Mbak, soalnya sekali bernyanyi akan membuat orang2 jadi tutup telinga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...
      Bakat itu beda-beda, Kang. Siapa tahu Kang Nata berbakat di bidang yang lain.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan di Sitti Taslimah.

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?