Langsung ke konten utama

Tersimpan di Hati


Akhir-akhir ini tulisan saya di sini kebanyakan lagu-lagu ya? Padahal itu sudah saya pilih lagu-lagu terbaik dan layak dinyanyikan semua kalangan. Sementara lagu-lagu galau, dll, tidak saya tampilkan, heheheh.

Mengapa begitu?
Ada deh. Rahasia perusahaan, hihihi.


Baiklah, kita lanjutkan tulisan kali ini sesuai judulnya yaitu Tersimpan di Hati. Lagu Tersimpan di Hati ini adalah ciptaan musisi muda kece Eka Gustiwana.

Saya mau cerita sedikit nih tentang si Eka Gustiwana yang sudah saya lihat sejak tahun 2015 di videonya Sam Tsui tapi baru tahu beberapa bulan yang lalu kalau itu adalah Eka Gustiwana. Soalnya, saya hanya memperhatikan penyanyinya bukan pemain keyboardnya (eh itu keyboard kan namanya?).

Lanjut!


Saya akhirnya memutuskan untuk menampilkan lagu Tersimpan di Hati ini karena menurut saya lagu ini keren sekali. Apalagi yang versi 12 bahasa daerah. Keren banget pokoknya. Lagu ini juga banyak yang cover dan kebanyakan video klipnya saja yang berbeda.

Sukses terus buat Eka Gustiwana.
Indonesia, BISA!

Komentar

  1. atas gue gatau diri...
    omong-omong templatenya abis ganti lagi ?? haha..ganti ganti mulu keknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya apa, Iezel?

      Template? Iya. Tempo hari sedang labil dan sekarang sudah lebih sfabil, hehehe. Semoga betah pakai yang ini.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan di Sitti Taslimah.

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?