Langsung ke konten utama

Ramadhan - Maher Zain


Kuota midnight saya masih banyak, sementara masa berlakunya terakhir hari ini. Akhirnya posting banyak deh hari ini, heheheh.



Lagu kedua dari Maher Zain yang saya suka adalah lagu yang berjudul Ramadhan. Lagu ini pun dibuat dalam berbagai versi bahasa, walau tidak sebanyak lagu yang berjudul Insya Allah.


Versi pertama berbahasa Inggris, yang kedua bahasa Arab, yang ketiga bahasa Malaysia.


Versi yang keempat masih berbahasa Arab juga, bedanya yang ini Vocals Only Version. Yang terakhir versi terbaru di tahun 2018 ini.


Lihat videonya bagus sekali. Kapan ya bisa naik balon terbang/udara seperti itu? Lho ini kok jadi ngomongin balon ya? Heheheh.

Saya paling suka yang versi terbaru karena bisa melihat pertunjukan musik seperti piano, gitar, biola dan yang lainnya.

Tapi, ada tapinya nih. Ada yang aneh dengan beberapa video di YouTube, salah satunya untuk lagu dari Maher Zain di atas yang versi bahasa Arab dan yang terbaru.

Saya sudah beri jempol tanda suka (like), tapi ketika saya buka lagi video itu, jempol saya hilang. Saya coba lagi dan lagi, tapi hilang lagi dan lagi. Maksudnya apa coba? Beberapa video yang lain tidak seperti itu kok. Aneh deh.

Aduh! Tempo hari artinya yang hilang. Hari ini jempol saya yang hilang. Lucu sekaligus menjengkelkan, heheheh.

Ah! Daripada pusing 10 keliling. Tulisan ini saya posting saja. Sampai nanti....

Komentar

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?