Langsung ke konten utama

Nokia 3315 dan 2330 Classic


Seumur hidup, sahabat Ima dan teman-teman yang lainnya udah punya berapa HP nih? Kalau aku, baru punya 2 HP yang aku beli dengan hasil keringatku sendiri, yaitu Nokia 3315 dan 2330 Classic.

Nokia 3315 aku miliki di tahun 2006 dari hasil kerja sebagai operator komputer di Delta HSA. Sedangkan Nokia 2330 Classic, aku miliki sejak Mei 2011. Saat itu aku bekerja di Pelita Mandiri Soroako.


Nokia 3315 yang ternyata HP bajakan itu, hanya bertahan sekitar satu tahun. Setelah itu, sampai aku punya Nokia 2330 Classic, aku memakai HP dari sepupuku, lalu dari pacarku (sekarang sudah jadi mantan, hehehe) kemudian dari kakakku.

Sampai saat ini aku masih memakai HP Nokia 2330 Classic ditambah HP Evercoss U50 pemberian kakakku, Adil, sejak Oktober 2017 lalu. HP Nokia saya gunakan untuk menelpon dan SMS sementara yang Evercoss saya gunakan untuk mendengar radio dan untuk aktivitas yang menggunakan koneksi internet.

Komentar

  1. Smartphone nokia memang legendaris, dan cukup awet juga ketahanannya ya, Teh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punyaku mah bukan smartphone, Ndi. HP jadul, udah jatuh berkali-kali, kecebur air, tapi masih awet. Hehehe...

      Hapus
  2. Lho nama blognya ganti ya ? Dari kemarin diklik linknya kok muncul "blog telah dihapus". Sempat bingung deh. Akhirnya ketemu juga setelah dicari cari

    Nokia hp sejuta umat hihihi....tapi diriku dari dulu gonta ganti merk hp, gak pernah fanatik dengan satu merk. Siemens, Nokia, Sony, kemudian Android. Pake merk CSL (skrg merk ini gak tau ke mana tapi pertama kali pakai langsung suka pake android karena cepet), Asus dan skrg Xiaomi. Yang merk samsung malah belum pernah pake. Pernah juga nyicip Iphone tapi sebentar banget. Malu ah pake hp sosialita. Berasa gak pantes hihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh..., ini maksud mba Rina komen di blog lain toh. Iya, mba. Dapur Ima ganti alamat.

      Wah, wah...
      Banyak bener hpnya, mba.
      Pengalaman banget nih di dunia perHPan, hehehe.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan di Sitti Taslimah.

Posting Populer

Tante... (Aku ingin memanggilmu Mama)

Kurang lebih 6 tahun sudah Tante bersama kami, menemani Ayah, menjaganya dan mengurus kami semua tanpa lelah. Tante adalah istri kedua ayah. Dan seharusnya kami memanggil Tante dengan sebutan Ibu, Mama, atau Bunda. Tapi sudah 6 tahun berlalu dan tidak ada seorang pun dari kami yang memanggil Tante dengan sebutan itu. Mungkin Tante sangat merindukan panggilan itu dari kami, walaupun kami bukan anak kandung Tante. Tapi kata-kata itu sepertinya tidak akan pernah terucap dan mungkin Tante sudah putus asa untuk mendengarnya. Maafkan aku, maafkan kami!

Sorowako

Sorowako adalah nama kota tempat tinggalku sekarang. Aku sudah dua tahun lebih di sini. Bekerja sekaligus belajar. Sorowako adalah daerah pertambangan nikel milik PT. Vale Indonesia yang dulu bernama PT. INCO. Tbk.  Karena Sorowako adalah daerah tambang, jadi pasti banyak mobil-mobil raksasa atau biasa disebut alat berat yang ada di Sorowako. Salah satunya adalah mobil ini yang sudah dimuseumkan di Taman Tambang Wallacea Sawerigading. Mobilnya besar sekali, kan? Penasaran? Silakan datang langsung ke Sorowako untuk melihat mobil-mobil besar yang ada di Taman Tambang Wallacea Sawerigading! Pasti seru...!!!

My Friends di Pelita Mandiri Sorowako Tahun 2014

Akhir tahun lalu sampai awal tahun ini ada banyak wajah baru yang menghiasi Pelita Mandiri Sorowako. Dan ada beberapa orang juga yang harus pergi meninggalkan Pelita Mandiri Sorowako. Roda kehidupan selalu berputar, namun apapun itu kita harus jalani dengan penuh suka cita. Buat teman-teman yang sudah tidak di Pelita Mandiri Sorowako lagi, semoga di tempat yang baru kalian semakin sukses dan tidak melupakan kami di sini.