Langsung ke konten utama

2018


1 Januari 2018
Tak terasa tahun 2017 telah berlalu beberapa jam yang lalu dan sekarang kita sudah berada di tahun 2018.
Banyak cerita suka dan duka yang telah terlewati yang memberikan warna dan arti tersendiri dalam hidup ini.


Syukur alhamdulillah masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT sampai detik ini. Terimakasih ya Allah, terimakasih atas kesempatan ini.


Mohon berikan kesembuhan padaku ya Allah.
Mohon kuatkan, ikhlaskan dan sabarkan diriku menjalani semua ini.
Semoga sakitku ini bisa menjadi penggugur dosa yang telah aku lakukan selama ini.
Aamiin


Aku ingin menjadi WANITA LUAR BIASA yang sukses dunia akhirat.

Yang pengen tahu aku sakit apa, bisa baca tulisan di Dapur Ima. Terimakasih.

Komentar

  1. Uwaaa kak ima semoga segera sembuh yaaaaa 💚

    Ini ngetiknya pas sakit??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, dinda Ros.
      Aamiin

      Iya, tapi udah bisa pegang hp. Jadi ngetiknya sambil tiduran. Kalau terasa sakit dan capek, berhenti dulu baru lanjut lagi, hehehe...

      Hapus
  2. Semoga sehath selalu ya, Teh..
    Karena dengan sehatlah kita bisa melakukan banyak hal, termasuk ngeblog dan yang lainnya.. aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Makasih, Ndi.
      Sehat dan sukses selalu ya...

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung dan membaca tulisan di Sitti Taslimah.

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?