Langsung ke konten utama

Mari Bermimpi!


Foto di atas adalah foto gantungan baju yang tertempel di kamar mandi. Pertama kali melihatnya, saya merasa sedikit aneh. Soalnya waktu itu lagi sensitif, jadi semua hal yang saya lihat selalu saya pertanyakan apa maksudnya?

Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai berpikir positif dan menjadikan gambar-gambar yang tertempel pada gantungan itu adalah sebuah impian.


Hal tersebut lalu saya ceritakan kepada Zahra dan Oi'. Kebetulan beberapa hari yang lalu ketika Zahra mau mandi, ia minta tolong untuk digantungkan handuknya.

Anak itu lagi tidak ingin lompat-lompat untuk menggantung handuknya karena letak gantungan tersebut memang tinggi untuknya dan kebetulan saya lagi di dapur, jadi minta tolong sama saya deh, heheheh.


Saat membantu mengantung handuknya, saya jelaskan dulu gambar-gambar yang ada di gantungan tersebut walau ternyata penjelasan saya ada yang salah, hahaha. Berlagak sok pintar sih.

Lalu, saya bertanya kepada Zahra dia mau mengunjungi tempat yang mana? Spontan ia jawab ke India. Itulah sebabnya ketika dia pura-pura mengirim uang kepada saya, saya bilang dari India saja, heheheh.


Ada yang ingin bermimpi seperti kami juga? Begini caranya:
  1. Belilah gantungan baju yang ada gambar tempatnya dan gantung/tempel di kamar tidur atau di kamar mandi. Bagi yang bisa membuatnya sendiri, akan lebih baik lagi karena kita bisa menentukan ke mana kita ingin pergi.
  2. Setiap akan menggantungkan pakaian atau yang lainnya pada gantungan tersebut, tanyakan pada diri sendiri, kita ingin mengunjungi tempat yang mana? Setelah menentukan tempatnya, jangan lupa ucapkan "Bismillah dan Aamiin" agar Tuhan mengabulkan permintaan kita.
  3. Yakinlah bila hal yang kita lakukan tersebut suatu saat akan terwujud, tapi tentu saja kita harus berusaha mengumpulkan uang dengan bekerja sesuatu yang halal.
  4. Bersiaplah untuk kecewa. Ini apa maksudnya? Tadi diminta untuk yakin, eh sekarang malah diminta bersiap untuk kecewa. Namanya juga bermimpi, mimpi itu bisa jadi nyata dan bisa juga tidak. Iya kan? Jadi ketika kita siap untuk kecewa, saat keinginan tersebut tidak jadi nyata kita tidak terlalu merasa kecewa karena kita sudah siap untuk kecewa.


Bagaimana? Sudah siap untuk bermimpi???

Saya siap. Meskipun saat ini saya tidak bisa bekerja dan masih sakit, saya tetap bermimpi suatu saat bisa mengunjungi salah satu atau semua tempat tersebut. Aamiin ya Rabb.

Saya tidak tahu apakah sudah ada orang yang berpikiran seperti ini dan saya pun lagi malas cari tahu. Jadi bila ternyata hal ini sudah pernah dituliskan di buku manapun, blog atau media lainnya, saya mohon maaf. Saya sama sekali tidak berniat untuk meniru tanpa menyertakan sumbernya atau mengambil hak cipta seseorang dan mengakuinya sebagai hasil pemikiran saya. Semoga bermanfaat.

Salam,
Sitti Taslimah

Komentar

Posting Populer

Serasa Bagai Mimpi

Semalam, alhamdulillah aku akhirnya bisa ketemu sang dokter ahli dan mendapat kabar yang begitu bahagia. Dari semalam aku sudah sangat bersemangat ingin menulisnya di sini tapi aku tahan keinginan itu. Takut aku hanya bermimpi dan semuanya adalah khayalan belaka.

Angka Cantik (2)

Pas ganti wallpaper dapat angka cantik 1234 Selamat malam semuanya... Aku datangnya malam lagi nih karena seharian ini keasyikan ngeblog di Dapur Ima dan blog walking.

Jatuh Bangunnya Sitti Taslimah

Apa kabar Ima? Sebulan lebih tak bersua kemana aja? Bersyukur karena Allah masih sayang eh salah, Allah itu dari dulu sudah sayang padaku hanya aku saja yang merasa Allah tidak sayang padaku dan bahkan aku sering bersikap bagai Tuhan yang bisa mengucapkan Kun Fayakun kapanpun aku mau. Gila dan keterlaluan kan?